Pilih Ban Sesuai Karakter Motor tanpa Menampar Dompet

Cocokkan pilihan ban dengan karakter motor jauh lebih utama

Idea by: Andika Frestian

Memilih ban mungkin bukan hal sulit untuk bapak-bapak kita. Tapi bagi kita sendiri yang notabene mencintai motor lebih-lebih dari istri teman, memilih ban adalah sesuatu yang krusial. Kadang pilihan harus disesuaikan dengan selera, lalu selera sering kali terhambat dana, dan akhirnya dana memaksa kita untuk tidak banyak memilih. Bagaimana cara mengakalinya?

Cara terbaik memilih ban adalah lewat menyesuaikannya dengan karakter motor antum masing-masing. Yok, kita cocokkan ban dengan motor antum.

Motor bebek & Matic mini

Untuk antum yang naik motor bebek dan matic untuk keperluan dalam kota, rekomendasi ban yang bisa dipakai adalah IRC Enviro NR91 atau varian Aspira Premio Sportivo. Enviro memiliki kelebihan di traksi untuk antum yang mengutamakan daya cengkram ban. Sedangkan Aspira Premio yang cenderung awet dengan kompon kerasnya lebih cocok untuk antum yang ingin mileage lebih. Dua ban ini memiliki kisaran harga yang sama di Rp150–Rp200 ribu.

Matic moge 150cc

Pasar yang sedang ramai-ramainya ini diisi oleh Yamaha NMAX, Honda PCX, Yamaha Aerox, hingga Honda ADV 150. Banyak sekali ban yang bisa menjadi pilihan di kelas subur ini. Namun, rekomendasi yang paling yahud untuk antum pengguna scooter gambot cc ucrit ini adalah Corsa Platinum M5 untuk velg ukuran 13 dan Maxxis MA-F1ST untuk velg 14. Untuk harga Corsa antum harus keluar kocek mulai dari Rp450 ribuan untuk paket ban depan belakang. Maxxis lebih nge-gas dengan starting Rp700 ribuan untuk paket ban depan belakangnya.

Nah, khusus untuk ADV yang membawa gimik off-road antum bisa ganti ban bawaan semi dual purposenya dengan ban pilihan di atas. Sayang ntum, motor cuma buat keliling kota.

Aspira Premio Sportivo, licin abis tapi awetnya sampai liang lahat

Naked 150cc

Kelompok motor ini yakni Honda CB150 Verza, Yamaha Byson, Suzuki Bandit 150, Kawasaki W175 dll. Motor-motor yang cenderung dibeli untuk sesekali touring luar kota di sela-sela fungsinya berkomuter kerja. Lagi-lagi varian Aspira Premio Sportivo menjadi pilihan terbaik untuk antum yang mengejar mileage tinggi. Paket ban depan belakang Aspira Premio Sportivo ada di kisaran Rp700ribu++ tergantung ukuran. Nah, untuk antum yang pingin agak gaya sedikit bisa mencoba Michelin (baca: mishelang) Pilot Street yang sedang hits. Harganya sedikit lebih nge-gas dibandingkan Aspira, yakni di kisaran Rp900 ribu-Rp1,1 juta untuk sebuah paket ban depan belakang yang juga tergantung ukuran.

Naked 250cc

Kelas naked 250cc diisi dengan nama-nama seperti Yamaha MT-25, Kawasaki Z250, Z250 SL, Suzuki Inazuma dll. Motor di kelas ini cenderung cocok dengan ban-ban yang mumpuni performanya seperti Battlax dari Bridgestone atau Pirelli. Walau demikian, ada saja rider pas-pasan di kelas ini yang tetap memilih ban spek dasar seperti Aspira, IRC, hingga Zeneos. Untuk paket ekonomis antum bisa memilih Aspira Premio Sportivo dengan range harga yang sudah disebut di atas. Namun, perlu dipahami kalau tenaga mesin motor antum tidak bisa sepenuhnya dijinakkan oleh ban-ban basic. Jadi bawalah motor dengan bijak (toh antum di kelas warga pas-pasan, pikirkan konsumsi bensin juga).

Bagi antum yang siap lahir batin memelihara motor naked 250cc (tidak ditekan ekonomi) tentu memiliki pilihan yang lebih luwes. Rekomendasi kami ada di Bridgestone Battlax Hypersport S22 yang ada di kisaran harga Rp3 juta++ untuk paket ban depan belakangnya tergantung ukuran. Grip mantap dengan mileage yang tinggi.

Sport 150cc

Masuk ke segmen sport 150cc yang diisi oleh Suzuki GSX-R150, Yamaha R15, dan Honda CBR150R tentu pilihan ban tak jauh berbeda dengan kelompok naked 150cc. Namun, seringnya para pemilik motor di kelas ini merasa motornya punya performa motor balap, maka jadilah pilihan ban-nya cenderung agak gaya. Secara pilihan pun juga berlimpah. Namun, kelompok kembali terbagi menjadi dua. Ekonomis dan hedonis. Untuk pasukan ekonomis, pilihan ban bisa kembali jatuh ke Aspira Premio Sportivo. Untuk kelompok hedon silakan dicoba ban-ban dari Michelin, Bridgestone, hingga Pirelli. Intinya, siap-siap rogoh kantong lebih dalam saja.

Michelin yang sukses penetrasi pasar Indonesia beberapa tahun terakhir, karetnya tetep lokal kok

Sport 250cc

Balik lagi ke segmen 250cc. Namun, di kelas sport yang diisi oleh Kawasaki Ninja 250, Ninja RR Mono, Honda CBR250RR, Yamaha R25, hingga yang paling fresh ada Kawasaki Ninja ZX-25R cenderung didominasi oleh rider cukup hedon (kecuali RR mono dan R25 yang suka keselip jamet mepet). Jika sudah di kelas ini seharunya tidak ada kata mahal untuk urusan spare part, terlebih untuk ban. Ingat ntum, motor kalian ini powernya lumayan di putaran tinggi. Artinya di kecepatan tinggi antum tetap harus punya kontrol yang sempurna lewat ban. Rekomendasi terbaiknya adalah Bridgestone Battlax Hypersport S22 yang lumayan untuk kebut-kebutan harian. Nyari ban basic? Jangan deh. Mosok motor udah kaya pembalap tapi pakai ban vulkanisir.

Dual purpose 150cc

Motor kerja yang bisa diajak masuk kebon tapi harga damai ya ada di Kawasaki KLX150, Honda CRF150L, atau Yamaha WR155R. Wajibkah pakai ban tahu? Gak juga ntum. Antum bisa pilih ban dual Michelin Sirac Street atau Zeneos Turino ZN33 yang harganya lumayan damai di sekitaran Rp700 ribu+ untuk paket ban depan belakang. Senang dengan ban tahu? Banyak kok ntum pilihannya. Mulai dari jajaran ban cross Deli Tire yang easy untuk dompet hingga yang lumayan durable (tapi motong uang belanja istri teman) seperti Maxxis IT M7304/M7305.

Itu dia rekomendasi-rekomendasi ban yang bisa disesuaikan yang pas dengan karakter motor antum sekalian. Pilah-pilih spare part seperti ban sebenarnya relatif. Mampunya beli ban basic spek licin ya berarati hati-hati bawa motornya, bisa beli ban advance ya tentu antum bisa lebih ugal-ugalan.

Mesin bicara yang berharap manusia mulai berhenti berkembang biak