Mudik atau tidak tapi kalau mau cerai ya ngomong lah baik-baik

Akhirnya pemerintah resmi melarang mudik (mulih dilik) lewat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Kemenhub pun telah menyiapkan penyekatan di banyak titik untuk ‘menampar’ para pemudik yang ingin pulang ke kampungnya sepanjang tanggal 6–17 Mei 2021.

Antum termasuk salah satu warga yang rebel? Yuk saya bantu bagaimana caranya sukses sampai kampung di tengah pelarangan ini.

Yaoloh Itu Tanggal Udah Jelas

Paling pertama ya antum tetap bisa mudik selama di luar tanggal 6–17 Mei 2021. …


Cocokkan pilihan ban dengan karakter motor jauh lebih utama

Idea by: Andika Frestian

Memilih ban mungkin bukan hal sulit untuk bapak-bapak kita. Tapi bagi kita sendiri yang notabene mencintai motor lebih-lebih dari istri teman, memilih ban adalah sesuatu yang krusial. Kadang pilihan harus disesuaikan dengan selera, lalu selera sering kali terhambat dana, dan akhirnya dana memaksa kita untuk tidak banyak memilih. Bagaimana cara mengakalinya?

Cara terbaik memilih ban adalah lewat menyesuaikannya dengan karakter motor antum masing-masing. Yok, kita cocokkan ban dengan motor antum.

Motor bebek & Matic mini

Untuk antum yang naik motor bebek dan matic untuk keperluan dalam kota, rekomendasi ban yang bisa dipakai adalah IRC Enviro NR91


Rasa kangen dan rindu pun lebur di jalan raya

Syereman mana, polantas atau preman? Berangkat dari pertanyaan ini antum pasti sudah paham betul kalau polantas celingak-celinguk di lampu merah lebih bikin deg-degan ketimbang preman yang ngupil pakai sangkur di lokasi yang sama. Kenapa deg-degan?

Dimulai dari terbiasanya antum berkendara tak sesuai aturan hingga mindset nasional yang ditanamkan (kebetulan seringnya oleh polantas itu sendiri) kalau polantas adalah tukang tilang, tukang palak, dll. Tidak selalu demikian kok.

Hampir 100% polantas adalah orang-orang yang ramah (kecuali yang masih muda umur dan pangkatnya). Mau tahu bagaimana caranya agar komunikasi antum dengan polantas terasa seperti bertemu kawan lama? …


Pak Joko dengan Cargloss kesayangannya

Helm adalah perangkat yang wajib antum gunakan selama mengoperasikan sepeda motor. Fungsi utamanya adalah untuk melindungi salah satu bagian terpenting di tubuh antum yaitu kepala (dan juga fitrah-fitrahnya). Nah, lantaran kepala adalah bagian yang butuh perlindungan serius, tentu nilai helm sebagai pelindung tidak boleh dianggap sebelah mata.

Pengendara sepeda motor di Indonesia umumnya masih menilai helm sebagai pelindung diri dari tilangan polantas. Polantasnya juga masih memandang pengendara motor tak berhelm sebagai mangsa tilangan. Macam telur dan ayam mana yang ada duluan.

Di era sunmori yang mulai terbungkam DB meter polantas (puji tuhan akhirnya bunyi motor matic berknalpot racing tanpa jeda…


Anak Selatan Pinggir

Kalau antum lagi keranjingan dengan dunia roda dua, tentu pilihan-pilihan motor terbaik bisa jadi referensi target untuk dibeli di tahun-tahun mendatang. Mengingat kita masih berjuang memulihkan ekonomi di tahun ini, jadi sabar saja dulu dengan Suzuki Bravo Jet Cooled pemberian kakek.

Nah, kali ini saya sebagai anak selatan turunan Bekasi akan mencoba beropini tentang motor-motor mana saja yang bisa dianggap terbaik untuk dipilih menjadi moda transportasi sekaligus gaya antum. Langsung saja.

Honda Revo X


Solo menjadi kota yang dipenuhi solo rider

Kata siapa solo riding hanya untuk yang pro? Tidak banyak penggemar riding panjang yang gemar solo riding tapi ya ada. Umumnya mereka adalah rider-rider yang introvert dan cenderung lebih senang menikmati perjalanan ketimbang ketawa-ketiwi dengan grup.

Nah, saya sendiri salah satu rider ambivert yang oke dengan group riding dan hayuk dengan solo riding. Selama yang saya alami pula, solo riding ternyata membuka lebih banyak cakrawala. Tidak percaya? Coba deh.

Oke, kalau antum masih gemeter-gemeter sedap untuk mencoba solo riding, saya punya beberapa tips yang wajib antum pahami dan kalau bisa praktekkan ketika akhirnya niat sudah bulat (sebulat tahu new asia)…


Beberapa waktu lalu akhirnya pengayom lalu lintas publik (baca: polantas yang tidak plontos) mulai dilengkapi dengan alat pengukur kebisingan.

Alat ini akhirnya melegalkan tindak tilang terhadap knalpot-knalpot dengan kebisingan di atas standar. Laiknya seorang anak dengan mainan baru, razia knalpot pun mulai dilakukan dengan penuh suka cita oleh para polantas.

Tanpa pandang bulu, motor dari cc kecil hingga besar pun terjaring. Tua muda, kaya miskin semua mendapat surat tilang tanpa bisa mendebat saat melihat db meter melebihi batas standar (walau mungkin mereka sendiri tidak tahu standarnya).

Sebagai salah satu pemotor yang gemar menggunakan knalpot bising di dalam kota, saya pun…


Indonesia dan hobi travelingnya
Indonesia dan hobi travelingnya
sebuah spot tidak populer di Pelabuhan Ratu karena berdekatan dengan lokasi prostitusi

Lelah bekerja lima hari berturut-turut selalu menjadi alasan kuat kita untuk melancong ke luar kota di akhir pekan. Kenapa tidak di Jakarta saja? Jelas, semua polusi dimulai dan mampat di kota ini, khususnya polusi pikiran.

Kota mana saja yang bisa menjadi tujuan, walaupun sudah tidak terlalu menarik? Sentul, Bogor, Sukabumi, atau jika cukup berani lelah ya Bandung.

Beberapa tahun belakangan gersang ide melanda para traveler (pro maupun amatir) akhir pekan. Bukan kota (yang itu-itu lagi) lagi yang dipikirkan untuk menjadi tujuan, tapi menyaring “spot-spot hits” lalu geruduk ramai-ramai.

Itinerary tak penting, selama sukses dapat spot foto yang kece saja sudah cukup. Jepret-jepret, posting, tunggu komentar dan likes.

Rendi Widodo

Mesin bicara yang berharap manusia mulai berhenti berkembang biak

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store